Steve Jobs dan Gigitan Apple
Sebuah produk bukan hanya produk. Ia bukan hanya sekedar barang yang diperjual belikan. Produk menyiratkan jiwa dan ruh penggunanya. Ia menjadi bagian dari hidup penggunanya. Apple Inc mengamini pernyataan ini. Apple Inc, perusahaan raksasa komputer yang didirikan oleh duet Steve Jobs dan Steve Wozniak mampu bertahan di industri ini setelah melewati masa-masa suram persaingannya dengan Microsoft milik Bill Gates.
Salah satu faktor yang memperkuat eksistensi Apple adalah ketegasan dan konsistensi sikapnya pada produk yang dihasilkan. Apple mampu menjaga ritme produksi berbarengan dengan ledakan-ledakan inovasi dalam setiap produknya. Apple tidak hanya membawa penggunanya pada tahap “mencintai produk” tapi bahkan sampai pada tahap “identitas dan jati diri individu”
Kekuatan pencitraan Apple tidak hanya dibangun dari produk dan iklan, tapi melebihi itu. Ia juga dibangun oleh kekuatan sejarah yang mendekati mitos. Steve Jobs sangat hebat dalam urusan ini. Jobs sangat menginspirasi Apple dan penggunanya. Seperti kita semua tahu, Jobs mendirikan Apple pada usia yang masih sangat muda. Apple sangat sukses pada tahun-tahun awal.
Kemunduran Apple dimulai ketika Wozniak keluar karena terjadinya perpecahan dalam tubuh pekerja Apple akibat gaya kepemimpinan Jobs. Jobs yang kesepian ini didekati oleh Bill Gates yang datang dengan sopan sebagai “keluarga”. Jobs banyak menularkan gagasannya kepada Gates termasuk proyek ambisius inovasi komputer terbaru yang sedang dibuat Apple yakni Macintosh.
Jobs lengah. Gates yang jago berbisnis "mencuri rahasia” ini untuk kepentingannya sendiri. Dimulailah proyek pribadi Gates dengan Microsoft sebagai perusahaannya. Gates menciptakan Windows dan melaunchingnya sebelum Apple memasarkan Macintosh. Apple kecolongan, Jobs merasa dibohongi.
Saat itu, Windows lebih populer di dunia ketimbang Macintosh. Macintosh kurang merakyat dan tidak memiliki aplikasi secanggih Office. Steve Jobs keluar dari Apple. Apple kehilangan gairah dan berada di titik nadir. Jobs mencoba berbagai bisnis baru. Jobs mendirikan NeXT komputer. Proyek ini kurang disambut antusias oleh publik. Jobs juga terlibat dalam proyek film animasi komputer, Pixar Studio.
Singkat kata, Jobs kembali ke Apple tahun 1997. Apple merangkak, banyak melakukan revisi, bahkan bekerjasama dengan musuhnya sendiri, Microsoft. Apple melakukan profit sharing dengan Microsoft. Sebagai kompensasi, Microsoft berkewajiban mengeluarkan program aplikasi Office yang kompatible dengan sistem operasi Apple Macintosh.

Mac VS PC
Pada tahun 2001, Apple mengeluarkan iPod, alat pemutar mp3 seukuran kotak rokok. iPod menggebrak dan disambut hangat oleh masyarakat dunia. Pamor Apple menanjak kembali. Tahun-tahun berikutnya Apple mengeluarkan MacBook, laptop dengan sistem operasi Mac OS X, jauh lebih baik dari Windows. MacBook dipasang pada harga yang tidak tinggi. MacBook sukses. Apple sudah memutar balik stereotip predikat terbaik inovator teknologi komputer. Microsoft dengan produknya Windows mulai gusar dengan keadaan ini.
Belum lagi selesai bicara soal komputer, Pada Juni 2007 lalu, Apple memperkenalkan iPhone, ponsel hebat dengan tampilan total layar sentuh. “Kini, kita akan menggunakan piranti terbaik di dunia bagi ponsel kita, yakni tangan”, ucapan Steve Jobs ini disambut meriah di MacWorld (di ajang tahunan Apple untuk memperkenalkan produk-produknya). Jobs menargetkan akan menguasai 1 % pangsa pasar ponsel dunia pada tahun pertamanya melalui iPhone ini.
Saat ini, Apple seolah tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi raja pasar bagi industri teknologi informasi. Faktor kesejarahan Apple dan tokoh inspiratif Steve Jobs inilah yang membuat pengguna Apple merasa memiliki sendiri perusahaan besar itu. Banyak muncul komunitas pengguna Apple di banyak negara di dunia. Mereka turut serta menjadi pilar bagi kemajuan dan perkembangan Apple.
Pada WWDC (World Wide Developers Conference) Apple 2006 lalu, Apple mampu menarik pengunjung sebanyak 4.200 pengunjung dari 48 negara. Ini membuktikan bahwa pengguna Apple mampu memberikan simpati kepada perkembangan Apple. Apple Inc yang dulunya bernama Apple Computer Inc berganti nama karena lantaran alasan perluasan jenis produk dan teknologi yang dihasilkan.
Segera setelah presentasi Jobs selesai dan dibarengi dengan pengumuman pergantian nama perusahaan ini, saham Apple naik $7 sampai sekitar $92,57. Menarik sekali untuk melihat Apple dari sudut pandang kesejarahan. Bagai kapal di tengah lautan, Apple selalu tangguh menghadang gelombang pasang.
Seperti telah saya sebutkan tadi, faktor kesejarahan menjadi penting bagi Apple dalam memberi kekuatan citra produk. Bila citra sudah berhasil dibentuk, bagaimana dengan produknya sendiri. Akan menjadi lebih utuh bila kita juga melihat kembali beberapa gebrakan produk Apple beserta spesifikasi dan keunggulannya dibanding produk lain.

iPod Classic & MacBook White
iPod
Pada tahun 2001, Apple merilis iPod, MP3 player pertama di dunia."A thousand song in your pocket". Begitulah ungkap iklan perdana iPod. iPod menjadi begitu sukses karena menjadi pemain pertama dalam industri. iPod menyingkirkan wacana tentang ribetnya membawa media rekam musik macam kaset dan cd. Kesuksesan iPod mendorong Apple menciptakan sistem informasi pendukung alat ini.
Pada Tahun 2003, Apple merilis iTunes Music Store, toko musik online yang didukung oleh 5 perusahan musik mayor label yang memungkinkan seseorang untuk membeli musik seharga $0.99 (untuk 1 album $9,99). Enam bulan setelahnya, iTunes Music Store sangat sukses karena ia menjadi satu-satunya toko musik online dengan fasilitas download yang legal. Sampai sejauh ini, iPod dan iTunes menjadi simbol revolusi teknologi dunia musik. Apple menjadi pemain tunggal dalam industri ini. iPod menguasai pangsa pasar dunia sebesar 75 %.
Mac Computer (iMac dan MacBook)
Hardware dan software yang terpasang dalam Mac saling bersinergi. Mac punya produktivitas yang lebih tinggi bila dibanding dengan PC (sebutan untuk komputer Windows) untuk spesifikasi serupa. Mac didukung oleh wi-fi, bluetooth, infra merah dan front row remote sebagai piranti konektivitasnya.
Sistem operasi Mac yakni Mac OS X punya performa yang baik. Mac hampir tidak pernah mengalami crash seperti terjadi pada Windows. Mac juga tidak membutuhkan driver bagi hardware tambahan seperti printer. Mac kebal virus. Anti virus tidak terlalu dibutuhkan pada Mac. Pengguna Mac tidak perlu lagi direpotkan dengan jadwal download update anti virus.
"Kita tidak akan mendapati komputer kita melakukan restart terus menerus lagi karena ulah Trojan misalnya. Masa-masa penuh kekhawatiran akan kerusakan hardware dan kehilangan data akibat virus usai sudah"

MacBook Air, a new generation from Mac
Satu hal yang membuat pengguna Mac merasa aman adalah jaminan garansi selama setahun dan layanan AppleCare-nya. Harga purna jual Mac tidak rendah. Perhatian dan pelayanan Apple terhadap penggunanya juga bagus. Inilah sebabnya kini banyak orang bermigrasi dai Windows ke Mac.
Setelah melewati masa sulit, kini Apple perlahan mulai menunjukkan gigitan kepiawaiannya. Steve Jobs bisa tersenyum kembali atas segala jerih payahnya. Ada satu ungkapan menarik dari Steve Jobs saat Ia dulu melaunching film pendek bagi komputer Macintosh yang dibuatnya pada 1984.

0 komentar:
Posting Komentar