안녕 하십니까 어서 오세요 ~ Annyeong Eoseo Oseyo in My Blog ~ Apakabar? Selamat Datang Di Blogku

Senin, 15 Desember 2008

Membuat jam sendiri

Berikut ada sedikit tutorial basic pembuatan aksesoris jam kayak di clocklink.com, hihihihi… tudepoin aja yak… begini ceritanya… Tung ting tung ting : Jam Dinding *Doraemon Mode ON*
Pertama, buat dokumen di flash dengan ukuran 120x120 pixel.

Di stage, buat gambar persegi panjang seperti dalam contoh di bawah ini. Gambar ini nantinya akan kita gunakan sebagai jarum penunjuk jam (jarum yang pendek :P). Kemudian ubah gambar tsb menjadi movieclip dengan cara : seleksi gambar tsb >> pada keyboard tekan tombol F8, maka akan muncul dialog box "Convert to Symbol". Pilih type-nya "Movie clip", abis itu pilih Registration pointnya seperti pada gambar di bawah ini. Letak Registration point sangat penting untuk menentukan pusat putaran dari sebuah movieclip :)

Beri nama symbol movieclip ini sesuai selera Anda, nama ini gak begitu penting karena sebenarnya yang dibutuhkan nanti dalam pemrograman adalah nama instance name-nya.

Setelah movieclip ini jadi, pada properties beri nama instance name untuk movieclip ini dengan nama "jam_mc".

Berikutnya buat movieclip untuk jarum penunjuk menit dengan cara yang sama seperti diatas, yang terpenting adalah memberi nama instance name movieclip ini dengan nama "menit_mc".

Terus buat juga untuk jarum detiknya, beri nama instance namenya "detik_mc".

Abis itu susun ketiga jarum tersebut sehingga registration pointnya menempati
titik yang sama :)

Langkah terakhir masukkan Actionscript di bawah ini pada frame dengan cara klik frame, abis itu pada keyboard tekan tombol F9 sehingga akan muncul panel Actionscript :), yup, masukkan disitu… ;))

_root.onEnterFrame = function() {
//membuat variabel Date object
tanggal = new Date();
//rotasi movieclip "jam_mc"
jam_mc._rotation = tanggal.getHours()*30+(tanggal.getMinutes()/2);
//rotasi movieclip "menit_mc"
menit_mc._rotation = tanggal.getMinutes()*6+(tanggal.getSeconds()/10);
//rotasi movieclip "detik_mc"
detik_mc._rotation = tanggal.getSeconds()*6;
};

Terus kita tinggal buat background jamnya aja… btw informasi waktu jam ini mengambil dari jam yang ada di PC client yang mengakses jam tsb.
Berikut adalah preview dari hasil tutorial diatas :


Untuk file FLA nya bisa diambil disini : Tutorial Jam Flash (flash8)

Basic Movement dan Basic Collision Pada Flash

Salahsatu dasar dari game flash yang dikendalikan memakai tombol keyboard adalah bagaimana kita menggerakkan object movieClip tersebut bergerak sesuai perintah pada tombol keyboard. Berikut ada sedikit tutorial basic movement untuk menggerak movieClip menggunakan tombol panah keyboard.

Yang perlu dipahami disini adalah untuk menggerakkan suatu movieClip kita hanya mengubah nilai dari posisi sumbu x dan y dari movieClip tersebut. Karena nilai-nilai sumbu dari movieClip tersebut diubah secara terus-menerus ketika tombol panah ditekan maka mengakibatkan posisi movieClip bergeser dari tempat semula. Atau istilah kerennya bergerak… wkwkwkwk…

Mari kita mulai praktekkan :D


Pertama, buat dua buah layer pada timeline. Hal ini berguna untuk menempatkan object movieClip dan actionscript-nya. Kenapa harus disendirikan? hmmm… hal ini untuk memudahkan manajemennya aja :). Selanjutnya buat object lingkaran menggunakan oval tool. Seleksi semua object lingkaran tersebut dan jadikan symbol dengan cara pilih menu Modify, terus pilih Convert to Symbol. Jika ga pengin cara yang bertele-tele klik aja tombol F8 di keyboard untuk shortcut menjadikan symbol. Beri nama sesuka kamu symbol tersebut. Jangan lupa pilih type-nya movie clip.

Basic Movement Flash

Kemudian beri nama instance name-nya karakter_mc. Ingat nama yang berlaku untuk pemrograman nanti adalah nama pada instance name bukan nama symbol yang telah kita buat tadi.

Basic Movement Pada Flash

Selanjutnya masukkan actionscript pada layer "script". Caranya klik pada layer tersebut kemudian tekan tombol F9 pada keyboard untuk memunculkan panel actionscript.

Actionscript untuk basic movement movieClip adalah sbb :

Actionscript Basic Movement

onEnterFrame adalah event dimana actionscript akan dijalankan berulang-ulang. Kecepatan pengulangannya tergantung berapa besar FPS frame rate dari file flash tersebut. Defaultnya sih 12 fps (frame per second). Tapi agar gerakan object lebih halus coba ganti dengan nilai 24 fps atau sesuai selera kamu :D

Pada actionscript diatas dapat dipahami bahwa ketika tombol-tombol panah pada keyboard ditekan, maka posisi sumbu x dan y dari movieClip tersebut akan ditambah dan dikurangi sesuai dengan tombol panah mana yang ditekan. Misal jika yang ditekan tombol panah atas (UP), maka posisi sumbu y dari movieClip "karakter_mc" akan dikurangi sebanyak 3. Karena actionscript tersebut dimasukkan ke dalam event onEnterFrame maka pengurangan sumbu y akan dilakukan berulang-ulang selama tombol panah atas (UP) masih ditekan. Akibatnya movieClip "karakter_mc" akan bergerak ke atas.

Setelah basic movement dikuasai, sekarang kita akan membahas materi collision atau benturan.
Collision sangat berguna banget untuk membuat game flash menjadi atraktif. Bayangkan sebuah game pesawat yang terkena peluru kemudian pesawat tersebut meledak. Proses peluru mengenai pesawat tersebut dinamakan collision.

Dari tutorial basic movement diatas bisa kita gunakan lagi untuk mempraktekkan basic collision. Buat movieClip baru kemudian beri nama instance name-nya karaktermusuh_mc. Untuk mengetahui terjadi collision apa tidak diantara dua object movieClip, kita bisa menggunakan perintah hitTest. Caranya cukup mudah tambahkan actionscript dibawah ini.

Basic Collision Flash

Pada actionscript diatas dapat kita pahami jika movieClip "karakter_mc" digerakkan dan menyentuh movieClip "karaktermusuh_mc" maka akan terjadi collision sehingga berakibat nilai alpha (transparan) dari karakter_mc menjadi 30. Selanjutnya jika collison tidak aktif nilai alpha karakter_mc menjadi normal lagi 100.

Source code : http://www.geocities.com/unazzanu/share/basic-movement-flash.zip

Yup sekian dulu basic movement dan basic collision kali ini. Semoga berguna… :)


Asal artikel ini bisa kamu liat di : http://zawa.blogsome.com

Membuat Banner unik

Yuhu… kali ini kita akan belajar bikin banner… biasanya kalo bikin banner saya paling sering pake Adobe ImageReady untuk hasil berupa file animasi GIF. Secara default jika kita install Photoshop pasti neh software pasti ngikut (saya lebih seneng nyebut ImageReady ini sebagai adiknya Photoshop). Sebenarnya selain ImageReady, buaanyaak banget lho software pembuat banner yang tak kalah seru. Sebagai contoh kita bisa pake Xara webstyle, GIF Animator dari Ulead, bahkan dari Macromedia Flash pun kita bisa buat animasi GIF. Dari sekian banyak software, pilihan saya ya ke adiknya Photoshop ini. Berhubung saya sudah familiar dengan Photoshop maka untuk mengoperasikan ImageReady-pun jadi lebih mudah karena tampilan dan tool-toolnya gak jauh beda (maklumlah satu perusahaan dengan Adobe jadi biasanya sudah kompatibel satu sama lain). Hehehe… sekian dulu basa-basinya… tu de poin aja yak…

Kita siapkan dulu lembar kerjanya. Ukuran banner kira-kira 100 x 54 pixel aja kayaknya dah cukup. Langkah kedua kita siapkan gambar pendukung dan teks untuk banner, jangan lupa setiap object gambar serta teks harus dipisahkan kedalam layer sendiri-sendiri. Kira-kira kayak gini:


( Gbr.1 )

Adapun tampilan banner jika kita lihat di panel preview adalah sbb:

( Gbr. 2 )

Lho kok tampilannya cuma gambar Emoticon dan Background hijau saja??? Hehehe… yup itu karena visibility pada layer yang saya aktifkan cuma dua layer tersebut (lihat gambar Gbr.1 diatas, gambar mata yang aktif ada di layer Emoticon dan layer Background). Untuk mengaktifkan visibility layer cukup klik gambar mata begitu-pun sebaliknya jika kita ingin me-non-aktifkannya.

Satu lagi panel yang tak kalah penting adalah panel Animation yang tampilannya sbb:

( Gbr. 3 )

Sebenarnya sebelum muncul 8 frame seperti diatas, frame aslinya cuma ada satu yakni frame nomor 1. Kemudian saya klik tombol “tambah frame” untuk melakukan duplikat frame nomor 1 menjadi sebanyak 8 frame. Selanjutnya kita setting kemunculan gambar pada setiap frame dengan cara mengaktifkan maupun me-non-aktifkan visibility layernya sehingga tampak seperti gambar Gbr.3 diatas.

Langkah terakhir yakni kita mengatur delay kemunculan setiap frame. (bukan kacang kedelai lho… bukan juga keledai… hehehehe… hayah…). Untuk mengatur delay setiap frame cukup klik tombol nomor yang ada di bawah frame. Format satuan delay adalah detik. Jika sudah selesai klik tombol play untuk melihat previewnya. Dan yang puuuaaaling akhir adalah save dokumen ini menjadi file animasi GIF, caranya adalah sbb:
Pada menu klik file?Save Optimized atau langsung aja pake shortcut dengan cara tekan tombol Ctrl+Alt+S pada keyboard. Jadi deh… ^^V

Sekarang tinggal naruh kode untuk menampilkan banner ini di kotak textarea. Kira-kira kodenya kayak gini:

Pada gambar Gbr.3 skenario bannernya adalah sbb:
Frame 1 : gambar emoticon dengan background warna hijau ditampilkan selama 1 detik
Frame 2 : background warna hijau ditampilkan selama 0,1 detik. Ini berfungsi sebagai transisi agar perubahan dari frame nomor 1 ke frame nomor 3 menjadi lebih enak dilihat
Frame 3 : gambar anak-anak SD, ditampilkan selama 1 detik
Frame 4 : background warna putih ditampilkan selama 0,1 detik berfungsi sebagai transisi juga
Frame 5 : gambar warna-warni ditampilkan selama 0,5 detik
Frame 6 : gambar warna-warni dan teks Zawa ditampilkan selama 0,5 detik
Frame 7 : gambar warna-warni, teks Zawa, teks Blog ditampilkan selama 1 detik
Frame 8 : background putih ditampilkan selama 0,1 detik. Karena animasi GIF yang bersifat looping (muter terus…) maka frame 8 ini dibutuhkan sebagai transisi frame nomor 7 ke frame nomor 1 agar lebih enak dimakan eh dilihat hehehehe…

Satu lagi fitur ImageReady yang paling saya suka yakni adanya fasilitas tweening. Oops… apa yak tweening itu??? Hmmm… tweening sebenarnya berasal dari kata between, kalo gak salah artinya “diantara” yak??? Hehehe… maklum bahasa inggris saya payah… :P. Intinya adalah dengan fasilitas tweening ini kita cuma disuruh buat frame awal dan akhirnya saja, sedangkan frame diantara frame awal dan akhir otomatis dibuatkan oleh si komputer. Misalkan kayak gini:


(Gbr.4)

Pada gambar diatas terlihat bahwa pada frame awal terdapat tulisan “Cilukba” yang hanya terlihat huruf “a” karena huruf lainnya tertutup oleh canvas gambar yang memang sempit. Kemudian pada frame nomor 2 (frame ini sementara dianggap sebagai frame akhir) tulisan “Cilukba” digeser ke kanan sehingga terlihat full. Langkah selanjutnya klik tombol “tweening” sehingga akan muncul kotak dialog sbb:

(Gbr.5)

Masukkan jumlah frame yang akan dijadikan tweening pada kotak “Frames to Add” kemudian klik OK.

(Gbr.6)

Hmmm… hasilnya seperti gambar diatas yakni muncul 3 buah frame baru diantara frame awal dan akhir (kini frame nomor 2 yang bertuliskan “Cilukba” bergeser ke frame nomor 5). Klik tombol play untuk melihat preview banner.

Sebagai contoh, ini adalah avatar saya yang menggunakan teknik tweening seperti diatas…

Asal artikel bisa kamu liat di : http://zawa.blogsome.com

Minggu, 14 Desember 2008

Script pengatur session



Banyak hal terjadi jika seseorang telah berhasil login sebagai user, dan tentunya login ini ada ketika user akan memanfaatkan layanan dari suatu website, bukan karena sebab yang lain, seperti tingkat sekuritas yang buruk. Selalu ada masa idle. Idle di sini bermakna user tidak melakukan apa-apa sama sekali di website tersebut, tidak berpindah halaman, tidak memasukkan input pada form manapun, dan tidak ada hal apapun yang menyebabkan sebuah halaman website terrefresh, dengan kata lain user tidak melakukan apa pun pada website yang sedang dia kunjungi. Sungguh user yang aneh. :D~~. Tapi hal seperti ini dapat terjadi jika user sedang asik mengunjungi website yang lain, dan lupa akan website yang dia kunjungi sebelumnya. Tentunya keadaan user pada website yang dikunjungi sebelumnya dianggap sebagai condition yang idle oleh website tersebut. Tidak ada hal apapun yang terjadi di website sebelumnya. Atau kondisi lain, dimana seorang user yang telah 10 menit meninggalkan pc-nya dalam keadaan lupa melogout accountnya. Sungguh terlalu. Di sinilah fungsi pengatur waktu session benar-benar dibutuhkan.
Ada dua cara untuk mengatur waktu session, yang pertama adalah merubah konfigurasi session timeout pada php.ini, cara yang terakhir yaitu dengan memanfaatkan fungsi time() dan variable session yang telah teregistrasi, dengan kata lain cara yang terakhir ini adalah merancang barisan code yang dapat mengatur waktu session. Penulis tidak akan menjelaskan cara yang pertama. Tapi yang akan penulis jelaskan adalah cara yang kedua. Penulis akan mengambil sebuah contoh kasus, ini untuk memudahkan penjelasan secara logika, dan penjelasan alur dari cara kerja script yang akan dibuat.
Kasusnya seperti ini, “Ketika user telah berhasil login, akan ada sebuah session yang digunakan sebagai patokan untuk membandingkan berapa lama user telah berada pada halaman website tersebut. Apabila waktu time() yang berjalan lebih besar dari nilai session dari variable yang dijadikan sebagai patokan nanti maka user tersebut akan secara otomatis terlogout”.

Secara struktur, algoritmanya akan seperti ini :

  1. Sediakan sebuah variable x, berisi waktu sekarang ditambah 30 detik.
  2. Jadikan variable x tersebut sebagai session, yang akan membypass valuenya pada setiap halaman, dengan kata lain, isi variable x tersebut dapat ditampilkan di halaman mana pun.
  3. Bandingkan waktu sekarang dengan nilai dari variable x tersebut.
  4. Jika waktu sekarang lebih kecil dari nilai variable x tersebut, maka si user masih dalam keadaan login.
  5. Jika waktu sekarang lebih besar dari nilai variable x tersebut, maka keadaan si user adalah logout.
  6. Jika user melakukan refresh halaman, berpindah halaman, mengisi form, sebelum masa sessionnya habis maka waktu login di tambah 10 menit berikutnya.

Ya, untuk algoritma di atas penulis bagi menjadi 2 function, yakni function login_validate() dan login_check(). Langsung saja persiapkan script yang dibutuhkan :

File index.php :


require_once "functions.php";
if (( $_POST['username'] == 'admin' ) && ( $_POST['password'] == 'admin'))
{
$_SESSION['user'] = $_POST['username'];
login_validate();
header("location: admin.php");
}

else if ( empty($_POST['username']) && empty($_POST['password']) )
{
header("location: login.php");
}

?>

Selanjutnya file intinya yaitu,
functions.php :


session_start();

function login_validate() {
$timeout = 30;
$_SESSION["expires_by"] = time() + $timeout;
}

function login_check() {
$exp_time = $_SESSION["expires_by"];
if (time() < $exp_time) {
login_validate();
return true;
} else {
unset($_SESSION["expires_by"]);
return false;
}
}
?>

Kemudian admin.php, barisan code dalam admin.php ini penulis ibaratkan seperti kondisi dari admin yang telah berhasil login. Jika lebih dari 30 detik maka user secara otomatis akan di logout. Nilai 30 detik ini diambil dari variable $timeout yang ada di functions.php.

File Admin.php :


require_once "functions.php";

if (ISSET($_SESSION['user']))
{
if (!login_check()) {
header("Location: logout.php");
exit(0);
}
else {
echo "Jika tidak ada kegiatan sama sekali, anda akan logout secara otomatis ... ";
}
}

else
{
echo "Anda tidak berhak untuk ngapa-ngapain ... !! :D";
}

?>

Selanjutnya halaman login usernya, login.php :


Login Page ...!





username
password





Terlihat jelas pada baris ke 4 di atas, halaman login page memiliki action, menuju index.php, yang kemudian menghasilkan 2 variable POST, yaitu $_POST[‘username’], dan $_POST[‘password’]. Kedua variable inilah yang kemudian dicek pada halaman index.php.

Dan yang terakhir adalah logout.php :


require_once "functions.php";

unset($_SESSION['user']);
session_destroy();
header("location: login.php");

?>


Cara kerja source code di atas cukup sederhana, lihat barisan code index.php,

......
if (( $_POST['username'] == 'admin' ) && ( $_POST['password'] == 'admin'))
{
$_SESSION['user'] = $_POST['username'];
login_validate();
header("location: admin.php");
}

else if ( empty($_POST['username']) && empty($_POST['password']) )
{
header("location: login.php");
}
....

Penjelasannya adalah sebagai berikut, Jika user memasukkan username dan password yang cocok ( dalam kasus ini username dan passwordnya adalah admin ) maka user akan diberikan sebuah variable session, yakni $_SESSION['user'], dan akan ditambahkan sebuah variable baru yang nantinya variable ini berfungsi sebagai timer, yakni

$timeout = 30;

Variable tersebut berada dalam fungsi login_validate() pada script functions.php. Sedangkan masih dalam fungsi login_validate, lompat ke barisan code dibawahnya yaitu :

$_SESSION["expires_by"] = time() + $timeout;

Disinilah letak timer yang sebenarnya, kehebatan dari session adalah dapat melakukan passing value walaupun halamannya berbeda. Jelasnya $_SESSION["expires_by"] mengambil nilainya dari waktu ketika user pertama kali login yaitu time() di tambah dengan 30 detik kedepannya, yakni isi dari variable $timeout.

Nah, dari situ, lihat ke bagian fungsi yang ada di bawahnya, pada functions.php :

...
function login_check() {
$exp_time = $_SESSION["expires_by"];
if (time() < $exp_time) {
login_validate();
return true;
} else {
unset($_SESSION["expires_by"]);
return false;
}
}
....

Ya, lihat baris :
$exp_time = $_SESSION["expires_by"];

Varibale $exp_time itu memiliki nilai dari $_SESSION["expires_by"],
Untuk kejelesannya penulis berikan contoh seperti ini, jika user login pada waktu jam 5, maka $_SESSION["expires_by"] berisi jam ke 5, menit ke 0, dan detik ke 30. Dan secara alami pun diketahui bahwa yang namanya waktu pasti akan terus bertambah tentunya. Tapi karena berada dalam fungsi, variable $_SESSION["expires_by"] ini tidak akan bertambah, walaupun time() terus berlanjutnya.

Lompat ke baris selanjutnya :
if (time() < $exp_time) {
login_validate();
return true;

Dalam baris tersebut sederhananya adalah, jika waktu yang sekarang berjalan lebih kecil nilainya dari nilai yang ada pada $_SESSION["expires_by"], maka tambahkan 30 detik lagi, dan jika waktu pada time() sama dengan nilai $_SESSION["expires_by"] maka user akan otomatis logout

Selanjutnya ...
...
else {
unset($_SESSION["expires_by"]);
return false;
}
...

Jika waktu yang sekarang berjalan itu lebih besar dari nilai yang ada pada $_SESSION["expires_by"], maka lakukan logout.

Script tersebut dapat di download di sini
http://networkandgame.890m.com/ilmuwebsite/article/session-time-by-alk.zip
Cukup jelas ya. Jika ada yang di tanyakan, silahkan layangkan pertanyaan ke email penulis. alkemail@gmail.com.

Greetz : b_scorpio, abuzahra, peterpanz, kandar, phii_, syahrilrohman, ivan, dr.emi, safril, najwa. Special for jojo. :). Hi, Jo! Have a nice day.

Membuat gambar 3D dengan Adobe

Adobe Ilustrator merupakan salah satu software graphic editor berbasis vektor yang cukup handal. Salah satu fiturnya adalah kemampuannya membuat grafis 3 dimensi secara sederhana tetapi dengan hasil yang tidak kalah baik dengan software 3D.

Tutorial ini akan membahas pembuatan mangkuk buah dengan efek 3D menggunakan Adobe Ilustrator CS 2.

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Buat dokumen baru dengan menekan Ctrl+N atau pilih File > New.

  2. Gunakan Pen Tool untuk membuat bentuk dasar mangkuk.
  3. Atur Fill pada warna kuning dan Outline none atau tanpa warna, kemudian buat bentuk dasar mangkung dengan Pen Tool seperti pada gambar berikut.
  4. Dari bentuk dasar mangkuk yang kita buat pada langkah 3, selanjutnya beri efek 3D. Pilih Effect > 3D > Revolve.


  5. Setting Revolve efek seperti gambar berikut.
  6. Selesai membuat mangkuk selanjutnya kita akan membuat buah.
  7. Dengan cara yang sama, buat bentuk dasat buah apel dengan Ellipse Tool.


  8. Kemudian beri efek 3D Revolve seperti halnya kita membuat mangkuk tadi.
  9. Lakukan duplikasi dengan Ctrl+C dan Ctrl+V untuk membuat buah aple kedua dan ketiga. Beri warna fill yang berdeda pada apel tersebut.
  10. Untuk mengubah posisi (memutar) buah apel, tampilkan window Appearance dengan memilih Window > Appearance. Klik tanda f untuk mengedit efek dan memutar bentuk buah apel.
  11. Sekarang kita telah selesai membuat bentuk mangkuk dan buah apel.
  12. Langkah berikutnya, buat path dengan Pen Tool seperti gambar berikut. Pastikan Fill dan Outline color pada posisi none.
  13. Kemudian dengan menggunakan Selection Tool dan menahan tombol Shift, pilih path tersebut dan ketiga apel. Seletah path dan ketika apel terseleksi, klik kanan lalu pilih Make Clipping Mask.
  14. Hasil akhirnya terlihat pada gambar berikut.

Oke, selesai sampai disini..Selamat mencoba, dan semoga berhasil ;)

sumber: http://azki.wordpress.com

Desain Gambar Ponsel Menggunakan CorelDraw

Ponsel

Corel Draw merupakan software desain desain yang banyak digunakan oleh para desainer grafis di seluruh dunia. Kemudahan dalam penggunaan merupakan salah satu keunggulan Corel Draw. Selain itu, kemampuannya untuk menciptakan berbagai desain unik dan menarik pun tak perlu diragukan lagi. Software ini telah banyak digunakan untuk berbagai keperluan grafis, seperti desain vektor 2D dan 3D, pembuatan media iklan, dan lain sebagainya.
Tutorial ini membahas mengenai pembuatan bentuk objek, yaitu ponsel, yang natinya dapat juga dipakai sebagai bagian dari desain untuk media promosi atau iklan dari produk ponsel tersebut.

Langkah 1 dan 2Mulailah dengan membuat sebuah bentuk persegi dengan menggunakan rectangle tool (F6). Setelah bentuk persegi terbentuk, ubah sudut-sudut persegi tersebut menjadi bentuk lengkung. Caranya, pilih shape tool (F10) kemudian tarik (drag) control point pada sudut persegi sehingga sudut tersebut menjadi tidak runcing lagi.

Duplikasi bentuk tersebut dengan ukuran sedikit lebih kecil dan berada di dalam bentuk pertama yang kita buat. Caranya adalah dengan menggunakan Pick Tool tarik (drag) ke dalam control point di sudut sambil menekan Shift. Setelah bergeser ke dalam, klik kanan dan tahan dahulu barulah melepas klik kiri. Hasilnya akan terlihat seperti gambar 1. Sekarang kita memiliki dua bentuk persegi. Pada persegi besar (luar) beri warna hitam, dan persegi kecil (dalam) beri warna putih atau abu-abu. Hasilnya seperti gambar 2.

Langkah 3Pilih persegi dalam yang berwarna putih, kemudian buat dia bergradasi dari putih menjadi transparan. Caranya gunakan interactive transparency tool, kemudian tarik garis dari atas ke bawah seperti gambar di samping. Jika warna putih terlalu mencolok, Anda dapat menggantinya dengan abu-abu.
Hasil akirnya seperti terlihat pada gambar 3. Ada gradasi dari putih ke transparan. Tetapi karena backgroundnya berwarna hitam, maka seolah gradasinya dari putih ke hitam.

Langkah 4Dengan cara yang sama dengan langkah pertama kita memulai, buatlah sebuah layar. Beri warna bergradasi dari biru tua menjadi biru muda, dengan cara pilih Fill > Fountain Fill.. (F11) dan isikan warna dari (from) biru tua ke (to) biru muda, Type linear, dan Option Angle isikan -90.0 derajat. Efek glossy pada layar dibuat dengan cara menduplikat layar kemudian beri warna putih dan buat menjadi bergradasi dari putih ke transparan. Caranya sama dengan langkah pertama gambar 2. Jika Anda melakukannya dengan benar hasilnya nampak seperti gambar 4 di samping.

Langkah 5Selanjutnya adalah membuat tombol/keypad dan menyisipkan text untuk memberi beberapa tulisan sesuai kehendak. Tombol persegi dibuat dengan menggunakan Rectangle Tool (F6) dan sudutnya dibentuk lengkung dengan menggunakan shape tool (F10). Caranya sama dengan cara di awal membuat bentuk dasar ponsel. Untuk tombol lingkaran, gunakan ellipse tool (F7) dan tahan tombol Ctrl di keyboard agar lingkaran yang terbentuk bulat sempurna. Gradasi warna untuk tiap tombol, diatur dengan memilih Fill > Fountain Fill… (F11). Gradasinya adalah dari abu-abu ke putih. Perlu diperhatikan di sini tipe gradasinya. Untuk joystick (lingkaran) type gradasinya adalah radial, tombol panjang type linear, dan tombol kecil type square.

PonselTerakhir, sisipkan text dengan Text Tool (F8) dan sisipkan gambar ikon dengan memilih menu File > Import (Ctrl-I).

Selesai, dan hasilnya seperti gambar di samping.

Script Calender

/* This calendar is not very pretty as-is, but it is functional and fast.
Formatting to suit your needs should be fairly simple.

The latest version of this calendar is formatted much more niceley. It
also includes a full-featured "Community Calendar" which is linked to a
MySQL database for reporting upcoming events.

The latest copy of the calendar can be viewed and/or downloaded from:
http://modems.rosenet.net/mysql/ */

/* Set some variables */
$date=01;
$day=01;
$off=0;

/* The month and year variables can (should) be passed from a preceding
web page rather than hard coded */
$month = '05';
$year = '1999';

/* Figure out how many days are in this month */
while (checkdate($month,$date,$year)):
$date++;
endwhile;

/* Create a table with days of the week headers */
echo "

";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";
echo "";

/* Start the table data and make sure the number of days does not exceed
the total for the month - $date will always be one more than the total
number of days in the momth */
echo "

";
while ($day<$date):

/* Figure what day of the week the first falls on and set the number of
preceding and trailing cells accordingly */
if ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) == 'Sunday') {
echo "

";
$off = '01';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Monday') {
echo "";
$off= '02';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Tuesday') {
echo "";
$off= '03';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Wednesday') {
echo "";
$off= '04';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Thursday') {
echo "";
$off= '05';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Friday') {
echo "";
$off= '06';
}
elseif ($day == '01' and date('l', mktime(0,0,0,$month,$day,$year)) ==
'Saturday') {
echo "";
$off= '07';
}
else {
echo "";
}

/* Increment the day and increment the cells that go before the end of the row
and end the row when appropriate */
$day++;
$off++;

if ($off>7) {
echo "
";
$off='01';
 
Blogspot|Yahoo| SMKN 2 sukabumi |
Web Sukabumi
Technology of Community © 2008. Template by: SkinCorner

SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday
$day$day$day$day$day$day$day$day